Kaderisasi: Sebuah Cinta dan Cerita

Kaderisasi, Apaan itu teh?
Dari sekian banyak mahasiswa yang saya jumpai selama kuliah di UPI ini, sebagian berkata pernah mengikuti rangkaian kegiatan Kaderisasi, baik itu berasal dari Himpunan Mahasiswa Jurusan, Organisasi Mahasiswa tingkat Universitas, maupun Unit Kegiatan Mahasiswa. Kaderisasi itu bagaikan buku, berjuta cerita dan kenangan ada di masing-masing lembarannya. Namun, apa sih sebenarnya definisi Kaderisasi?

Kaderisasi adalah proses pendidikan yang dilakukan sebagai suatu upaya merubah perilaku, sikap, pola berpikir, serta upaya untuk transfer nilai-norma (transfer of value) dan transfer pengetahuan (transfer of knowledge) sesuai yang dibutuhkan oleh suatu organisasi.

Namun, definisi kaderisasi menurut saya adalah lebih dari itu. Karena bagi saya, ada cinta dan kasih yang dituangkan dalam setiap hal di dalam kaderisasi. Ada cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh pengkader kepada yang dikader selama masa kaderisasi. Perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh sang pengkader untuk yang dikader, pun merupakan bukti cinta dan kasih sayangnya.

Kaderisasi adalah tentang cinta dan kasih sayang, yang dituangkan dalam bentuk pendidikan dalam sebuah organisasi. – Anam

Kaderisasi Bermanfaat Gitu?
Beberapa mahasiswa yang saya jumpai, ketika mendengar kata kaderisasi, melontarkan tanggapan yang kurang baik. Entah karena memang tidak minat dengan kaderisasi, atau karena belum mendapatkan hikmah dan pencerahan saja mungkin.

Hikmah yang saya dapatkan adalah. Kaderisasi itu bermanfaat bagi dua belah pihak. Bermanfaat bagi pengkader. Bermanfaat bagi yang dikader.

Manfaat bagi yang dikader:
Berkembangnya diri pribadi yang dikader adalah berkah yang luar biasa dari Kaderisasi. Karena kaderisasi pula-lah saya mendapatkan trigger untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih baik pula, menambal kekurangan-kekurangan saya, meningkatkan kelebihan saya. Selain itu pun manfaat kaderisasi adalah menambah teman-teman dan sahabat baru, menjadi sarana mendapatkan ilmu-ilmu kehidupan di luar perkuliahan, dan meningkatkan daya juang dan daya tahan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah maupun tantangan.

Manfaat bagi pengkader:
Kaderisasi mendidik para pengkader agar pantas menjadi pengkader sebelum melaksanakan kaderisasi kepada yang dikader. Setidaknya itu rangkumannya dari pengalaman yang saya dapatkan selama 2 tahun ini.
Kaderisasi bukan mendidik para pengkader untuk sekedar menjadi event organizer kegiatan kaderisasi belaka. Namun kaderisasi mengajarkan saya untuk menjadi teladan sebelum mendidik. Dan disinilah seninya.

Perbaikilah diri kita sendiri terlebih dahulu, sebelum memperbaiki orang lain – anonim

Otomatis para pengkader wajib untuk memperbaiki diri sendiri, sebelum memperbaiki yang dikadernya. Setidaknya itulah yang saya lakukan untuk diri saya sendiri.

Pernah dikader?
Jawabannya, pernah lah. KEMAKOM mengkader saya agar saya menjadi orang yang lebih baik lagi. Di Kaderisasi KEMAKOM-lah saya mengenal dan menerapkan solidaritas sesama angkatan, menjadi pribadi yang tangguh dan kontributif.

REMA dengan UPI Leadership Campnya pun mendidik saya dalam agar memiliki pengetahuan yang memadai, serta mengajarkan saya untuk bersosialisasi dengan orang-orang yang lebih hebat dari saya, dan juga mengajarkan saya untuk berkontribusi menebar manfaat kepada masyarakat luas.

By the way, saya merasakan kaderisasi ini bukan hanya dari event-event kaderisasi yang pernah saya ikuti. Lingkungan persahabatan dan pertemanan yang baik pun bagi saya adalah kaderisasi yang nyata. Tidak terstruktur namun saya pun terpengaruhi di dalamnya. Lingkaran pertemanan yang baik, dari mulai pejabat-pejabat organisasi kemahasiswaan di UPI, pendahulu-pendahulu hebat di masing-masing zamannya; secara tidak langsung mendidik saya agar menjadi pribadi yang minimal pencapaiannya setara dengan mereka. Dan hingga saat ini pun saya masih berdoa untuk itu. Semoga dapat terwujud. Aamiin.

Pernah mengkader?
Jawabannya pun pernah.
Tidak ada pengalaman yang lebih indah daripada mengkader. Lebih seru mengkader lho dibandingin menjadi yang dikader (aslinya), lebih sibuk dan riweuh memang menjadi konsekuensinya. Namun banyak hal yang saya dapatkan ketika mengkader baik di KEMAKOM maupun REMA. Yaitu saya dituntut menjadi teladan yang baik (yang mana saya terpacu untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik lagi), mendapatkan pengalaman manajerial sumber daya manusia dan kegiatan yang banyak, serta mendapatkan kebahagiaan tersendiri atas setiap tangisan serta senyuman bahagia yang ada saat seluruh kegiatan kaderisasi selesai dilaksanakan.

Bagaimanapun juga. Kaderisasi sangatlah penting bagi kehidupan saya dalam mentransformasi diri ini menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Setiap lembarannya akan selalu saya ingat menjadi pengalaman berharga yang akan saya ceritakan kepada anak dan cucu saya.

Terakhir, saya mau berpesan kepada pembaca dengan satu kalimat. Pesan saya untuk pembaca postingan ini adalah:
Kalo lu mau jadi lebih baik lagi, ikutan kaderisasi!

—————————–
Ditulis dalam perjalanan dari Bandung Ke Bogor.
23 Desember 2015

Dikoma Ka Ciwidey

Dikoma (Pendidikan Ilmu Komputer: A), code name dari kelas saya di UPI. Nama unik ini muncul dari ide saya, waktu tahun lalu pembuatan nama domain website buat kelas. Nah biar menarik, kita menentukan nama domainnya. Dan kita sepakati namanya adalah Dikoma~

Kemarin, 4 Desember 2015. Dikoma jalan-jalan lho ke Ciwidey. Tujuan kita adalah ke: Situ Patenggang dan Pemandian Air Panas Cimanggu.

Yang ikut adalah 30 orang dari 45an orang di kelas. Karna alasan amanah dan berbagai keperluan yang lain. Tapi, tetep berlangsung dengan seru kok. 🙂

Kami berkumpul di depan Gate I UPI di depan Megatron pukul 05.30, satu-persatu orang berkumpul dan kami menunggu sampai pukul 06.30. Akhirnya kami siap-siap berangkat. Ada yang berangkat naik angkot carteran (11 orang), dan ada juga yang berangkat naik motor (8 motor: 16 orang).

Perjalanan naik angkot lebih cepat, karena melalui tol. Saya kurang tau seberapa serunya naik angkot karena saya naik motor~
Kita touring berbekal smartphone dan google maps dan waze. Uniknya smartphone kita mengarahkan kita ke jalan kecil. Dari jalan Jendral Soedirman belok kiri. Bukannya lewat jalan yang lebar. Sehingga kita menelusuri jalan yang berbatu dan berlumpur serta sempit. Kocak~

Sesampainya di Perkebunan Teh Rancabali, pemandangan indah kami temui. Sehingga kami memutuskan untuk berpose sedikit.

image

Pose bersama Dikoma di Perkebunan Teh Rancabali, Ciwidey.

Dan inilah pose kami:

image

Kami sampai ke Situ Patenggang sekitar pukul 9.15. Lalu kita langsung menikmati pemandangan dan berfoto-ria.

image

Setelah puas berfoto ria, kami berkumpul lagi untuk makan bareng. Makannya gratis lho. Didanai dari uang pemberian Pak Herbert sebulan yang lalu, namun baru dibelanjakan sekarang.~

Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan bertukar kado.

Kita semua bertukar kado, kadonya diputer-puter, dikelilingin. Dan akhirnya saya dapet kado tempat pulpen beserta pulpennya:

image

Kadonya dari Anjar. Nuhun ya Anjar atas pemberiannya. Semoga bermanfaat. 🙂

Kegiatan dilanjut dengan Shalat Jum’at di deket rumah warga depan Situ Patenggang.

Sekitar jam 1 lewat, kami berangkat ke Pemandian Air Panas Cimanggu.
Yaa cukuplah untuk mengistirahatkan diri dikala lelah~

Sekitar pukul 15.30 kita berangkat pulang ke Gerlong. Yang touring make motor mampir dulu ke Baso Dika karena pada laper. Terpotong shalat ashar, shalat magrib, makan baso tadi. Sehingga perjalanan kita lebih lama. Dan karena hujan jadinya kita tidak bisa melaju cepat karena harus hati-hati.

Kasihan Bang Riky, motornya mogok karena terkena businya kebasahan karena di Kopo Banjir. Untungnya bisa nyala lagi motornya.

Akhirnya kami sampai Gerlong pukul 21.00.
Hari yang indah.

Nuhun Dikoma!
#DikomaJalanJalan

KEMAKOM Character Development 2015: Sebuah Awal yang Manis

“Tidak ada kata berhenti, untuk suatu perubahan diri menjadi lebih baik lagi.” – saya

Akhir dari Masa Kaderisasi: KEMAKOM Character Development 2015

22 November 2015 boleh jadi akhir dari masa kaderisasi: KEMAKOM Character Development bagi rekan-rekan Omicron 2015 yang telah menjalani masa ini selama lebih dari 3 bulan.

Namun, untuk rekan-rekan Omicron 2015 pahami, yang berakhir ini hanyalah masa kaderisasi-nya saja. Mohon jangan melupakan esensi dari kaderisasi itu sendiri.

Lalu pasti beberapa dari kalian, terbesit sebuah pertanyaan “apa esensi kaderisasi?”

Proses pembentukan seseorang untuk menjadi lebih baik lagi, sesuai kebutuhan organisasi tertentu.

Masa kaderisasi ini memang sudah berakhir. Namun kaderisasi haruslah selalu berlangsung dalam diri kita. Saya sebagai kakak, akan selalu berusaha membimbing kalian dengan baik. Dengan harapan, kita semua berjalan ke arah yang lebih baik lagi, seiring berjalannya waktu.

Dari hari ke hari. Kita harus selalu berubah menjadi lebih baik.

Pertanyaannya adalah, inginkah rekan-rekan Omicron 2015 untuk menjadi lebih baik lagi?

Saya harap, jawaban rekan-rekan adalah ‘iya’. 🙂

 

Banyak yang Kami Berikan

Sudah banyak yang kami berikan selama 3 bulan ke belakang. Saya harapkan bisa menjadi modal utama bagi kalian untuk hidup di dunia nyata.

Transfer ilmu-ilmu kehidupan (kepemimpinan, public speaking, organisasi, dan lain-lain) sudah akang dan teteh berikan.

Transfer nilai-nilai dan norma (sikap, tatakrama, etika, serta 6S: senyum, salam, sapa, sopan, santun, dan semangat) sudah akang dan teteh berikan.

Buku Anggota Muda, yang telah menjadi kesempatan rekan-rekan Omicron 2015 untuk menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan seangkatan, dan juga dengan Keluarga Besar KEMAKOM.

Inaugurasi: Omicron Festival 2015 pun menjadi ajang silaturahmi dan kerjasama kalian, seangkatan. Penuh kenangan, ya?

A post shared by Omicron 2015 (@omicronupi15) on

 

Sampe-sampe bikin flashmob bareng-bareng:

A post shared by Omicron 2015 (@omicronupi15) on

Semoga semua yang akang dan teteh berikan, serta yang kalian lakukan. Dapat menjadi bekal kehidupan bagi rekan-rekan Omicron 2015 kelak.

Silakan ceritakan apa yang kalian dapat di tahun 2015 ini kepada anak-anak dan cucu-cucu kalian kelak.

Suatu saat, ketika kalian reunian bersama seangkatan, kalian akan tertawa bersama. Mengingat bahwa kalian pernah berjuang bersama.

Semua yang telah akang dan teteh berikan kepada kalian, merupakan bukti dari cinta dan kasih sayang kami kepada Omicron 2015.

 

Awal yang Manis

1448253911344

Foto pelantikan Omicron 2015 ketika PLASA KEMAKOM 2015. Dari yang statusnya anggota muda menjadi anggota biasa. Harapannya dapat menjadi awal yang manis untuk kalian.

Mengapa awal yang manis?

Karena sebenarnya, kehidupan kalian di KEMAKOM baru dimulai dari sekarang.

Kaderisasi hanya sebagai gerbang saja di KEMAKOM, lho.

Temukan kehidupan sebenarnya di KEMAKOM, ya!

 

Harapan Kami untuk Omicron 2015

Saya berharap besar kepada Omicron 2015.

Tinggikanlah menara KEMAKOM FPMIPA, sebagaimana syair pada Hymne KEMAKOM.

Tebarlah manfaat seluas yang kalian bisa, perbesar kontribusi selagi kalian bisa.

Ikutilah apa yang kalian bisa ikuti di KEMAKOM. Kontribusi di organisasi kemahasiswaan dan UKK merupakan cara terbaik untuk ini.

Kencangkan sabuk pengaman untuk ikut BEM KEMAKOM, DPM KEMAKOM, UKK Club Ink, UKK Ostric, maupun UKK KEMAKOM FC. Semua organisasi kemahasiswaan dan UKK menunggu kehadiran rekan-rekan Omicron 2015, lho.

Kelak, penerus roda organisasi KEMAKOM ini adalah kalian.

Dua tahun dari sekarang, saya ingin melihat Presiden, Wakil Presiden, Jajaran menteri-menteri BEM KEMAKOM, Ketua DPM, Ketua UKK-UKK (Club Ink, Ostric, dan KEMAKOM FC), serta komunitas. Saya ingin melihat wajah-wajah kalian menghiasi disana.

Dan, setelah di KEMAKOM, perluaslah kontribusi rekan-rekan di organisasi kemahasiswaan tingkat Universitas. Insyaallah gak akan nyesel.

Bravo, Omicron 2015!

Sebuah Seni Bernama Kaderisasi

Kaderisasi menurut saya adalah sebuah seni. Seni? Bener gitu? Emangnya kenapa kaderisasi bisa dimaknai sebagai sebuah seni? Bukannya seni itu adalah suatu karya yang dibuat oleh seorang seniman?

Ya, tepat sekali.

Memang begitu analoginya, kaderisasi menurut saya adalah sebuah seni untuk mendidik orang (maupun sekelompok orang) untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Masih bingung ya? Izinkan saya menjelaskannya ya~

Seniman, adalah orang yang mendidik sekelompok orang untuk tujuan tertentu,

Seni, adalah cara/metode beserta konten yang kita gunakan untuk mendidik orang (untuk mencapai tujuan tertentu, tentunya),

Karya, adalah hasil didikan kita (dapat dilihat dari orang yang kita didik, setelah kita didik).

Saya berpendapat bahwa kaderisasi merupakan sebuah seni adalah karena kaderisasi itu bukan hanya sekedar mendidik, butuh ‘seni’ dalam mewujudkan kaderisasi menjadi sebuah mahakarya seorang seniman.

Suatu saat, saya pernah baca artikel seorang mahasiswa di salah satu kampus yang menyatakan bahwa kaderisasi merupakan proses transfer budaya yang ada di lingkungan sekitar kampus. Saya kurang setuju sih, karena kaderisasi mempunyai makna lebih dari itu.

Versi lain mengatakan bahwa kaderisasi merupakan ajang balas dendam bagi senior ke junior dalam bentuk perpeloncoan dsb. Mungkin versi ini adalah versi jaman jahiliyah sih ya :v

———————————————————————————-

Lalu, urgensi kaderisasi itu apa?

Kita mendidik sekelompok orang pasti ada tujuan tertentu. Ya, itu menjadi sesuatu hal yang pasti, bro.

Sebuah partai politik mengkader calon anggotanya agar yang dikader siap menjadi wakil partainya di legislatif maupun eksekutif di pemerintahan,

Sebuah lembaga dakwah kampus mengkader calon anggotanya agar yang dikader siap menjadi aktivis dakwah di kampusnya,

Sebuah sekolah mengkader siswanya agar siswanya siap menjadi lulusan yang pandai (sayangnya terkadang lebih fokus di aspek kognitifnya saja ya, oke abaikan opini saya yang ini. hahaha)

Lalu muncul sebuah pertanyaan,

Sebuah himpunan mahasiswa mengkader calon anggotanya agar yang dikader siap menjadi ……., menjadi apa?

Jawaban simple nya adalah: agar yang dikader siap menjadi anggota himpunan mahasiswa.

Terlepas dari pertanyaan ‘bagaimana sih anggota himpunan mahasiswa yang ideal?’. Setiap himpunan mahasiswa mempunyai ideologi dan idealisme masing-masing.

Konklusinya adalah, kaderisasi penting dalam mendidik calon anggota agar siap menjadi anggota organisasi.

Kalo gak ada kaderisasi, bisakah Anda bayangkan bagaimana masa depan organisasi tersebut?

Padahal, maju atau tidaknya organisasi itu (salah satunya) tergantung dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di organisasi tersebut.

Kalo kualitas SDM organisasi-nya aja buruk, bagaimana sebuah organisasi itu bisa maju?

Karena kualitas individu-individu (baca: SDM) di organisasi itu berbanding lurus dengan tingkat kemajuan suatu organisasi.

Semakin buruk kualitas individu-individu yang ada di suatu organisasi, maka kemajuan organisasi itu akan lambat,

Semakin baik kualitas individu-individu yang ada di suatu organisasi, maka kemajuan organisasi itu akan lebih cepat.

———————————————————————————–

Kaderisasi itu bukan hanya sekedar sebuah program kerja sebuah organisasi, tapi juga merupakan penentu masa depan organisasi.

Jangan pernah asal dengan yang namanya kaderisasi, karena kaderisasi itu merupakan sebuah seni. Perlu seniman yang handal untuk membuat mahakarya yang bagus, kan?

———————————————————————————–

*Dikutip dari note facebook saya. Setelah sekian lama tidak menulis. Hahahaha.

Tautan: https://www.facebook.com/notes/chairul-anam-purba/sebuah-seni-bernama-kaderisasi/10153460417266425

Termotivasi Nulis!

Setelah beberapa momen indah terlewatkan dalam hidup saya. Kini terbesit pikiran untuk menulis momen-momen tersebut.

 

Ini titik balik saya, dimana saya akan mulai menulis semua hal yang saya anggap bermakna dan layak untuk ditulis.

 

Tunggu di postingan selanjutnya, ya!

 

Yuhuuuu~

Tugas RPL: Review Definisi dan Model Proses dalam RPL

Nama  : Chairul Anam Purba Bayangna

NIM     : 1307568

Kelas    : A 2013

Tugas Rekayasa Perangkat Lunak

  1. Definisi Rekayasa Perangkat Lunak

Rekayasa Perangkat Lunak berasal dari 2 kata Rekayasa dan Perangkat Lunak. Rekayasa dalam KBBI berarti penerapan kaidah-kaidah ilmu dalam pelaksanaan, dan Perangkat Lunak dalam KBBI berarti perangkat program, prosedur, dan dokumen yang berkaitan dengan suatu sistem. Namun jika disatukan, Rekayasa Perangkat Lunak merupakan kegiatan yang kreatif dan sistematis berdasarkan suatu disiplin ilmu tertentu yang bertujuan untuk membangun suatu perangkat lunak berdasarkan suatu aspek masalah tertentu.

Suatu Perangkat Lunak menjadi kebutuhan manusia dengan berbagai bagian disiplin ilmu yang dibidangi setiap tenaga profesionalnya, menjadi bagian penting yang melatarbelakangi tumbuhnya perkembangan perangkat lunak dengan berbagai krisis perangkat lunak menurut berbagai sisi pandang konsumen, manajer dan pengembang/praktisi.

  1. Model Proses dalam Rekayasa Perangkat Lunak

Model Proses dalam Rekayasa Perangkat Lunak adalah suatu strategi pengembangan yang memadukan lapisan proses, metode, dan alat serta tahap-tahap generik. Model proses untuk rekayasa perangkat lunak dipilih berdasarkan sifat proyek dan aplikasi, metode dan alat yang digunakan, serta pengendalian dan hasil yang diinginkan.

Menurut Ian Somerville, Model proses secara umum terdiri dari:

  1. Pendekatan Model Air terjun (Water fall), Menempatkan semua aktifitas sesuai dengan tahapan pada model Waterfall dengan memisahkan dan membedakan antara spesifikasi dan pengembangan
  2. Pengembangan yang berevolusi, Pendekatan yang melanjutkan Aktifitas satu dan yang lainnya dari Spesifikasi dan pengembangan serta validasi secara cepat
  3. Pengembangan sistem Formal, Pendekatan aktifitas bersasar suatu model sistem matematika yang ditransformasikan ke implementasi,
  4. Pengembangan Sistem berbasis Re-use (penggunaan ulang) komponen, sistem dibangun dari komponen yang sudah ada dengan fokus integrasi sistem.

Namun yang akan kami bahas adalah model proses rekayasa perangkat lunak sebagai berikut:

A. Linear Sequential Model (atau disebut juga “classic life cycle” atau “waterfall model”) adalah metode pengembangan perangkat lunak dengan pendekatan sekuensial dengan cakupan aktivitas:

  1. Pemodelan dan rekayasa sistem/informasi. Menetapkan kebutuhan untuk seluruh elemen sistem dan kemudian memilah mana yang untuk pengembangan perangkat lunak.
  1. Analisis kebutuhan perangkat lunak
  2. Perancangan
  3. Pembuatan kode
  4. Pengujian
  5. Pemeliharaan

Beberapa kelemahan linear sequential model:

  1. Proyek yang sebenarnya jarang mengikuti alur sekuensial, sehingga perubahan yang terjadi dapat menyebabkan hasil yang sudah didapat tim harus diubah kembali.
  2. Linear sequential model mengharuskan semua kebutuhan pemakai sudah dinyatakan secara eksplisit di awal proses, tetapi kadang-kadang hal ini tidak dapat terlaksana karena kesulitan yang dialami pemakai saat akan mengungkapkan semua kebutuhannya tersebut.
  3. Pemakai harus bersabar karena versi dari program tidak akan didapat sampai akhir rentang waktu proyek.
  4. Adanya waktu menganggur bagi pengembang, karena harus menunggu anggota tim proyek lainnya menuntaskan pekerjaannya.

B. Prototyping Model. Pendekatan prototyping model digunakan jika pemakai hanya mendefinisikan objektif umum dari perangkat lunak tanpa merinci kebutuhan input, pemrosesan dan outputnya, sementara pengembang tidak begitu yakin akan efisiensi algoritma, adaptasi sistem operasi, atau bentuk interaksi manusia dengan mesin yang harus diambil. Cakupan aktivitas prototyping model terdiri dari:

  1. Mendefinisikan objetif secara keseluruhan dan mengidentifikasi kebutuhan yang sudah diketahui.
  2. Melakukan perancangan secara cepat sebagai dasar untuk membuat prototype
  3. Menguji coba dan mengevaluasi prototype dan kemudian melakukan penambahan dan perbaikan-perbaikan terhadap prototype yang sudah dibuat.

Kelemahan prototyping model:

  1. Walaupun pemakai melihat berbagai perbaikan dari setiap versi prototype, tetapi pemakai mungkin tidak menyadari bahwa versi tersebut dibuat tanpa memperhatikan kualitas dan pemeliharaan jangka panjang.
  2. Pengembang kadang-kadang membuat kompromi implementasi dengan menggunakan sistem operasi yang tidak relevan dan algoritma yang tidak efisien.

C. RAD (Rapid Application Development) Model. Merupakan model proses pengembangan perangkat lunak secara linear sequential yang menekankan pada siklus pengembangan yang sangat singkat. Pendekatan RAD model mempunyai cakupan:

  1. Pemodelan bisnis
  2. Pemodelan data
  3. Pemodelan proses
  4. Pembuatan aplikasi
  5. Pengujian dan pergantian

Kelemahan RAD model:

  1. Untuk proyek dengan skala besar, RAD membutuhkan sumber daya manusia yang cukup untuk membentuk sejumlah tim RAD.
  2. RAD membutuhkan pengembang dan pemakai yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan berbagai aktivitas melengkapi system dalam kerangka waktu yang singkat.
  3. Akan menimbulkan masalah jika sistem tidak dapat dibuat secara modular.
  4. RAD tidak cocok digunakan untuk sistem yang mempunyai resiko teknik yang tinggi.

D. Incremental Model. Merupakan kombinasi linear sequential model (diaplikasikan secara berulang) dan filosofi pengulangan dari prototyping model. Setiap tahapan linear sequential menghasilkan deliverable increment bagi perangkat lunak, dimana increment pertamanya merupakan sebuah produk inti yang mewakili kebutuhan dasar sistem. Produk inti ini nantinya dikembangkan menjadi increment-increment selanjutnya setelah digunakan dan dievaluasi sampai didapat produk yang lengkap dan memenuhi kebutuhan pemakai.

Kelemahan incremental model:

  1. Hanya akan berhasil jika tidak ada staffing untuk penerapan secara menyeluruh.
  2. Penambahan staf dilakukan jika hasil incremental akan dikembangkan lebih lanjut

E. Spiral Model. Merupakan model proses perangkat lunak yang memadukan wujud pengulangan dari model prototyping dengan aspek pengendalian dan sistematika dari linear sequential model. Dalam model ini perangkat lunak dikembangkan dalam suatu seri incremental release. Spiral model dibagi menjadi 6 aktivitas kerangka kerja sebagai berikut:

  1. Komunikasi dengan pemakai
  2. Perencanaan
  3. Analsis resiko
  4. Rekayasa
  5. Konstruksi dan pelepasan
  6. Evaluasi

Kelemahan spiral model:

  1. Sulit untuk meyakinkan pemakai (saat situasi kontrak) bahwa penggunaan pendekatan ini akan dapat dikendalikan.
  2. Memerlukan tenaga ahli untuk memperkirakan resiko, dan harus mengandalkannya supaya sukses.
  3. Belum terbukti apakah metode ini cukup efisien karena usianya yang relatif baru.

F. Component Assembly Model. Menggabungkan berbagai karakteristik dari spiral model. Pembuatan aplikasi dengan pendekatan model ini dibangun dari komponen-komponen perangkat lunak yang sudah dipaketkan sebelumnya dengan cakupan aktivitas sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi calon-calon komponen (kelas objek)
  2. Melihat komponen-komponen dalam pustaka
  3. Mengekstrak komponen jika ada
  4. Membangun komponen jika tidak ada
  5. Menyimpan komponen baru pada pustaka
  6. Mengkontruksi iterasi ke-n dari sistem

G. Fourth Generation Techniques (4GT). Menggunakan perangkat bantu yang akan membuat kode sumber secara otomatis berdasarkan spesifikasi dari pengembang perangkat lunak. Hanya digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak yang menggunakan bentuk bahasa khusus atau notasi grafik yang diselesaikan dengan syarat yang dimengerti pemakai. Cakupan aktivitas 4GT:

  1. Pengumpulan kebutuhan.
  2. Translasi kebutuhan menjadi prototype operasional, atau langsung melakukan implementasi secara langsung dengan menggunakan Bahasa generasi keempat (4GL) jika aplikasi relatif kecil.
  3. Untuk aplikasi yang cukup besar, dibutuhkan strategi perancangan system walaupun 4GL akan digunakan.
  4. Membuat dokumentasi.
  5. Melaksanakan seluruh aktivitas untuk mengintegrasikan solusi-solusi yang membutuhkan paradigma rekayasa perangkat lunak lainnya.

Salah satu keuntungan penggunaan model 4GT adalah pengurangan waktu dan peningkatan produktivitas secara besar, sementara kekurangannya terletak pada kesulitan penggunaan perangkat bantu dibandingkan dengan Bahasa pemrograman, dan juga kode sumber yang dihasilkannya tidak efisien.

Referensi

Prasetyo Nugroho, Eddy, dkk. 2009. Rekayasa Perangkat Lunak. Bandung: Politeknik Telkom

Pressman, Roger S. 2001. Software Engineering: A Practitioner’s Approach. 5th Edition. McGraw-Hill

Kartu Kredit MasterCard GRATIS dan Bonus Saldo $25 dari Payoneer

Kartu Kredit MasterCard GRATIS dan Bonus Saldo $25 dari Payoneer

Kali ini saya akan share mengenai cara mendapatkan Kartu Kredit MasterCard Gratis dan Bonus Saldo $25 dari Payoneer. Ternyata tidak semua orang Indonesia bisa mendapatkan Kartu Kredit dari Payoneer hanya dengan daftar disini, Anda bisa mendapatkan kartu debit gratis keluaran dari Bank Royal Scotland.

 

Sekarang saya ingin memberikan informasi bagaimana mendapatkan Kartu Kredit tersebut secara Gratis. Anda tidak perlu khawatir kartu tersebut legal, aman dan terpercaya dan yg paling penting gratis. Nah bagaimana cara memperoleh kartu tsb dan memperoleh penghasilan disini ? Beberapa hari ini Pengajuan Kartu Kredit gratis dari Payoneer yang saya lakukan telah sampai ke rumah saya dengan baik.

 

Nah, dalam posting kali ini akan saya bagikan cara melakukan pengajuan Kartu Kredit gratis dari Payoneer. Bacalah baik-baik dan ikuti langkah-langkahnya.

 

 

Silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1. Silahkan masuk ke pengajuan Kartu Kredit gratis Payoneer. KLIK DISINI.

 

 Tampilan Halaman Pengajuan Credit Card Gratis Payoneer

 

2. Klik Sign Up.

 

3. Akan keluar formulir pengajuan kartu kredit seperti di bawah ini :

 

 

Form Pengajuan Kartu Kredit Payoneer

 

4. Pada Bagian Cardholder Details silahkan isi sesuai ketentuan.

 

Phone Number: No telp Anda, misalnya no telp Anda: 021 1234567 maka buat 6221 1234567 atau no hp Anda 081xxxxx maka buat 6281xxxxx.( harus pakai kode 62, yaitu kode telphone Indonesia)

 

 

5. Pada Step 2, silahkan masukkan sesuai permintaan :

 

 

6. Pada Step 3, silahkan diisi sesuai ketentuan :

 

 

7. Klik Finish.

8. Setelah formulir sudah terisi dengan lengkap dan benar, maka anda akan mendapatkan e-mail konfirmasi dimana estimasi tanggal kedatangan kartu kredit anda akan tercantum di dalamnya.

Nah, silakan tunggu kedatangan kartu kredit gratis anda dari Payoneer. Menurut sumber, akan dikirim setelah beberapa minggu.

// <![CDATA[
( function() {
if (window.CHITIKA === undefined) { window.CHITIKA = { 'units' : [] }; };
var unit = {"publisher":"okemediagroup","width":300,"height":250,"sid":"Chitika Default"};
var placement_id = window.CHITIKA.units.length;
window.CHITIKA.units.push(unit);
document.write('

‘);
var s = document.createElement(‘script’);
s.type = ‘text/javascript’;
s.src = ‘//cdn.chitika.net/getads.js’;
try { document.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s); } catch(e) { document.write(s.outerHTML); }
}());
// ]]>

Cara Mendapatkan Bonus Saldo $25 dari Payoneer

Untuk mendapatkan bonus saldo $25 masuk ke Debit Card Payoneer, anda
diwajibkan untuk mengikuti afiliasi dari payoneer dengan mendaftar
payoneer terlebih dahulu. Kemudian mendaftarlah sebagai affiliat dari
payoneer. Sharelah link affiliates payoneer kepada teman yang menggeluti
bisnis online. Jika debit card payoneer dari teman yang mendaftar
melalui link affiliates anda sudah berisi saldo $100 maka bonus $25 akan
masuk ke payoneer anda. Demikian seterusnya semakin banyak anda
mendapat reperral maka semakin besar pula potensi untuk mendapatkan
bonus $25 perreferral dari Payoneer.
Bukti Pembayaran Bonus Saldo $25 dari Payoneer

Email Notifikasi
Detail transaksi di akun payoneer
http://share.payoneer-affiliates.com/a/clk/1DMs6h

Sekian dulu postingan saya tentang “Kartu Kredit MasterCard GRATIS dan Bonus Saldo $25 dari Payoneer“. Semoga bermanfaat. : )